Berita Pekalongan – Wali Kota Pekalongan meminta masyarakat ikut aktif memantau kualitas menu MBG (Makan Bergizi Gratis) yang disalurkan kepada penerima manfaat. Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya sorotan publik terhadap kualitas menu di sejumlah daerah, agar pelaksanaan program tetap sesuai standar gizi, kebersihan, dan kelayakan konsumsi.
Di sisi lain, pihak SPPG menyatakan telah membuka ruang pengaduan langsung bagi warga jika menemukan menu yang dinilai tidak layak, sebagai bagian dari mekanisme kontrol bersama.
Wali Kota Dorong Partisipasi Publik
Wali Kota Pekalongan menegaskan bahwa pengawasan program MBG tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan penyedia layanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Warga diminta tidak ragu menyampaikan masukan apabila menemukan menu yang tidak sesuai standar.
“Kalau ada menu yang dirasa tidak layak atau tidak sesuai, silakan dipantau dan dilaporkan. Ini demi kebaikan bersama,” ujar Wali Kota Pekalongan.
Menurutnya, keterlibatan warga penting untuk memastikan tujuan MBG—pemenuhan gizi yang aman dan berkualitas—benar-benar tercapai.
Jaga Standar Gizi dan Kebersihan
Pemkot Pekalongan menekankan bahwa MBG harus memenuhi standar gizi seimbang serta diproses secara higienis. Setiap temuan di lapangan, baik terkait kualitas bahan, pengolahan, maupun penyajian, akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan.
Pemkot juga mengingatkan para pelaksana agar konsisten menerapkan standar operasional prosedur (SOP) demi menjaga kepercayaan publik.

Baca juga: Menu MBG Viral Tak Layak, Pemkot Pekalongan Sebut Bukan Ranahnya
SPPG: Warga Bisa Komplain Langsung
Menanggapi imbauan Wali Kota, SPPG menyatakan telah menyiapkan mekanisme komplain langsung yang dapat diakses warga. Pengaduan bisa disampaikan melalui jalur yang disediakan oleh SPPG di masing-masing wilayah layanan, baik secara lisan maupun tertulis.
“Warga bisa langsung menyampaikan komplain jika menemukan menu yang tidak sesuai. Kami siap menindaklanjuti,” kata perwakilan SPPG.
Setiap laporan akan dicatat dan diverifikasi untuk menentukan langkah perbaikan, termasuk penyesuaian menu atau pembinaan terhadap dapur penyedia.
Transparansi dan Evaluasi Berkala
SPPG menegaskan komitmen pada transparansi dan evaluasi berkala. Hasil pengaduan masyarakat akan menjadi dasar peningkatan kualitas layanan, mulai dari seleksi bahan baku hingga proses distribusi.
Pemkot Pekalongan menyatakan akan terus berkoordinasi dengan SPPG dan pihak terkait untuk memastikan pengawasan berjalan efektif dan responsif.
Imbauan agar Tidak Viral Tanpa Klarifikasi
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar mengutamakan jalur pengaduan resmi sebelum menyebarkan temuan ke ruang publik. Langkah ini dinilai penting agar permasalahan dapat segera ditangani secara tepat tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
“Laporkan dulu ke pihak berwenang. Kami ingin masalah diselesaikan cepat dan tuntas,” kata perwakilan Pemkot.
Harapan Program Berjalan Optimal
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaksana, dan masyarakat, Pemkot Pekalongan berharap program MBG berjalan optimal dan berkelanjutan. Partisipasi warga dinilai sebagai kunci untuk menjaga mutu layanan sekaligus memperkuat akuntabilitas.
“Tujuan utama kita sama: memastikan penerima manfaat mendapatkan makanan yang aman, bergizi, dan layak,” pungkasnya.





