Berita Pekalongan – Harapan baru tumbuh di lahan pertanian pesisir Kota dan Kabupaten Pekalongan. Sawah-sawah yang sebelumnya terendam rob dan sempat tidak produktif, kini kembali bisa ditanami dan menghasilkan panen. Kunci keberhasilan tersebut terletak pada pemanfaatan pompa listrik yang mampu mengendalikan genangan air asin dan menjaga ketersediaan air tawar bagi tanaman padi.
Transformasi ini menjadi bukti bahwa adaptasi teknologi mampu menjawab tantangan perubahan iklim di wilayah pesisir.
Sawah Eks Rob yang Sempat Terbengkalai
Selama bertahun-tahun, rob menjadi momok bagi petani Pekalongan. Air laut yang masuk ke area persawahan menyebabkan lahan tergenang, tanah menjadi asin, dan tanaman padi sulit tumbuh. Banyak petani terpaksa menghentikan aktivitas bertani karena hasil panen terus menurun bahkan gagal total.
Sawah-sawah eks rob sempat terbengkalai dan dinilai tidak lagi layak untuk pertanian padi.
Pompa Listrik Jadi Solusi Pengendali Air
Kondisi tersebut mulai berubah setelah diterapkannya pompa listrik untuk mengatur sirkulasi air di area persawahan. Pompa berfungsi membuang air rob keluar dari lahan sekaligus memasok air tawar secara terkontrol.
Dengan sistem ini, kadar salinitas tanah dapat ditekan, sehingga lahan kembali memungkinkan untuk ditanami padi secara bertahap.

Baca juga: Sisir Wilayah Rawan, Polres Pekalongan Kota Patroli Besar-besaran
Tanam Kembali dengan Pola Lebih Terencana
Petani kini mulai menerapkan pola tanam yang lebih terencana dan menyesuaikan kondisi lahan. Penggunaan pompa listrik memungkinkan petani mengatur waktu tanam, pengairan, dan pembuangan air secara lebih presisi.
Hasilnya, tanaman padi tumbuh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meski masih membutuhkan perawatan ekstra pada fase awal tanam.
Produktivitas Mulai Meningkat
Seiring dengan stabilnya pengelolaan air, produktivitas sawah eks rob menunjukkan peningkatan. Beberapa petani mengaku sudah bisa kembali panen, meski belum maksimal seperti sebelum rob meluas.
Namun demikian, capaian ini dinilai sebagai langkah besar dalam upaya memulihkan sektor pertanian pesisir Pekalongan yang sempat terpuruk.
Tantangan Biaya Listrik dan Perawatan
Meski efektif, penggunaan pompa listrik juga menghadirkan tantangan baru, terutama biaya listrik dan perawatan alat. Petani berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah agar sistem pompanisasi dapat terus beroperasi tanpa membebani biaya produksi secara berlebihan.
Subsidi listrik, bantuan alat, dan pendampingan teknis menjadi harapan utama para petani.
Dukungan Pemerintah dan Pendampingan Teknis
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mendorong pemulihan sawah eks rob melalui bantuan sarana prasarana, pendampingan penyuluh pertanian, serta penguatan kelembagaan petani.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pertanian di wilayah pesisir sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Adaptasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir
Pemanfaatan pompa listrik di sawah eks rob Pekalongan menjadi contoh adaptasi pertanian terhadap dampak perubahan iklim. Rob yang dipicu naiknya permukaan air laut tidak lagi hanya dihadapi dengan pasrah, tetapi dengan solusi teknis yang terukur.
Ke depan, pendekatan serupa dinilai dapat diterapkan di wilayah pesisir lain yang menghadapi permasalahan serupa.
Harapan Petani untuk Masa Depan Pertanian Pesisir
Petani berharap upaya pemulihan sawah eks rob ini dapat berkelanjutan, sehingga lahan pertanian tidak kembali ditinggalkan. Dengan dukungan teknologi, kebijakan yang berpihak, serta pendampingan berkelanjutan, pertanian pesisir diyakini masih memiliki masa depan.
Sawah yang dulu terendam rob kini perlahan kembali hijau, menjadi simbol ketekunan petani dan harapan baru bagi ketahanan pangan Pekalongan.





