Berita Pekalongan – Ratusan siswa di sejumlah sekolah di Kabupaten Pekalongan terpaksa gagal menerima jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sebuah armada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalami kecelakaan dan terguling di tengah perjalanan, pada hari pengantaran makanan.
Peristiwa tersebut tidak hanya mengganggu distribusi program unggulan pemerintah, tetapi juga menimbulkan keprihatinan dari pihak sekolah, orang tua siswa, hingga pemerintah daerah.
Armada Terguling Saat Menuju Sekolah
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan SPPG yang mengangkut paket makanan bergizi mengalami kecelakaan di salah satu ruas jalan di Kabupaten Pekalongan. Armada tersebut diduga kehilangan kendali, hingga akhirnya terguling dan menyebabkan seluruh muatan makanan tidak dapat digunakan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sopir dan petugas pendamping dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Ratusan Siswa Gagal Terima MBG
Akibat insiden tersebut, ratusan siswa dari beberapa sekolah yang seharusnya menerima MBG pada hari itu terpaksa gigit jari. Pihak sekolah menyatakan makanan tidak dapat digantikan dalam waktu singkat karena keterbatasan waktu dan kondisi logistik.
“Anak-anak sudah menunggu, tapi karena distribusi terganggu, MBG hari ini tidak bisa dibagikan,” ujar salah satu kepala sekolah terdampak.
Program MBG Dinilai Sangat Dinantikan Siswa
Program Makan Bergizi Gratis selama ini dinilai sangat membantu siswa, terutama dari keluarga kurang mampu. Selain mendukung kecukupan gizi, program ini juga meningkatkan semangat belajar dan kehadiran siswa di sekolah.
Kegagalan distribusi akibat kecelakaan ini pun menimbulkan kekecewaan, meski pihak sekolah dan orang tua dapat memahami kondisi darurat yang terjadi.

Baca juga: Kemenkop Resmikan Pembangunan Gerai Fisik KKMP Perdana di Kota Pekalongan
Pemda dan Pengelola SPPG Lakukan Evaluasi
Pemerintah daerah melalui instansi terkait menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi MBG, khususnya terkait keselamatan armada dan jalur pengiriman.
“Kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan distribusi MBG lebih aman dan tidak mengganggu hak siswa,” ujar perwakilan pemerintah daerah.
Selain itu, pihak pengelola SPPG juga diminta memastikan kondisi kendaraan selalu laik jalan sebelum digunakan.
Makanan Tidak Dibagikan Demi Keamanan
Makanan yang diangkut dalam armada tersebut dipastikan tidak dibagikan kepada siswa karena telah terkontaminasi akibat kecelakaan. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko kesehatan bagi penerima manfaat.
Pihak SPPG menegaskan bahwa keamanan dan kualitas makanan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.
Orang Tua Harap Ada Solusi Pengganti
Sejumlah orang tua siswa berharap pemerintah dapat menyiapkan mekanisme cadangan atau distribusi alternatif jika terjadi kendala serupa di masa mendatang. Dengan begitu, siswa tetap bisa mendapatkan asupan gizi sesuai jadwal.
“Kami berharap ada solusi agar anak-anak tidak dirugikan jika terjadi hal-hal tak terduga,” ujar salah satu wali murid.
Tidak Ganggu Jadwal MBG Berikutnya
Meski terjadi insiden, pemerintah daerah memastikan bahwa penyaluran MBG pada hari-hari berikutnya tetap berjalan normal. Armada yang mengalami kecelakaan akan diganti, dan sistem pengiriman akan diperketat pengawasannya.
Program MBG sendiri tetap menjadi prioritas nasional dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak sekolah.
Insiden Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Distribusi
Kecelakaan armada SPPG ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan program sosial tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada manajemen distribusi dan keselamatan di lapangan.
Pemerintah daerah bersama pengelola SPPG berkomitmen memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan hak siswa atas asupan gizi tetap terpenuhi.





