, , , , ,

Program Srikandi Perluas Cakupan UHC di Batang, Jadi Percontohan Sinergi Swasta dan Pemerintah

oleh -2755 Dilihat

Program Srikandi Jadi Role Model UHC di Batang, Buktikan Kolaborasi Swasta-Pemerintah Bisa Optimal

BATANG – Program Srikandi (Solusi Kreatif untuk Indonesia Sehat) resmi diperluas cakupannya di Kabupaten Batang, menjadi model terdepan implementasi Universal Health Coverage (UHC) berbasis kemitraan swasta-pemerintah. Inisiatif yang digagas PT Unilever Indonesia bersama Kementerian Kesehatan ini sukses meningkatkan akses layanan kesehatan dasar bagi 120.000 masyarakat Batang selama 2024.

Terobosan Program Srikandi di Batang

Program yang dimulai sejak 2022 ini menghadirkan 3 inovasi utama:

  1. Mobile Clinic Plus – Layanan kesehatan keliling dengan fasilitas:

    • Pemeriksaan gratis (gula darah, kolesterol, tekanan darah)

    • Konsultasi dokter umum dan spesialis

    • Apotek digital berbasis e-prescription

  2. Posyandu 4.0 – Modernisasi 45 posyandu dengan:

    • Sistem pemantauan gizi berbasis cloud

    • Pelatihan digital literacy untuk kader

    • Integrasi data dengan Puskesmas

  3. Kelas Ibu Cerdas – Edukasi kesehatan reproduksi yang telah menjangkau:

    • 5.000 ibu hamil

    • 3.200 remaja putri

    • 150 sekolah menengah

Program Srikandi
Program Srikandi

Baca juga: Tanamkan Filosofi Jawa, Pasukan Baru Satpol-PP Kabupaten Batang Digembleng dalam Retreat

Dampak Nyata yang Terukur

Data Dinkes Batang mencatat pencapaian signifikan:
✅ Penurunan 27% stunting (dari 18,1% ke 13,2%)
✅ Peningkatan 40% cakupan imunisasi dasar
✅ 800 tenaga kesehatan terlatih dalam deteksi dini penyakit tidak menular

“Program ini membantu kami menekan angka drop out imunisasi di daerah terpencil,” ujar Kadinkes Batang, dr. Siti Nurjanah.

Model Kemitraan yang Diakui Nasional

Kesuksesan program ini dibangun melalui skema pendanaan hybrid:

  • 70% pendanaan CSR Unilever

  • 30% matching fund APBD

  • Dukungan teknis dari Fakultas Kedokteran UNDIP

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa UHC bisa dicapai lebih cepat dengan sinergi triple helix,” tegas Direktur Sustainable Business Unilever, Nurdiana Darus.

Ekspansi ke Daerah Lain

Berdasarkan keberhasilan di Batang, Kemenkes akan replikasi program ke:
📍 Kabupaten Serang (Banten)
📍 Lombok Tengah (NTB)
📍 Minahasa (Sulut)

Dengan anggaran Rp 45 miliar untuk 2025, program ini ditargetkan bisa menjangkau 1 juta penerima manfaat.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.